Memiliki Kadar Nilai Pancasila, Kualitas Risma Lebih Jauh Ungguli Ahok


FAKTAMEDIA.NET - Walikota Surabaya Tri Rismaharini merupakan sosok pemimpin konsisten dan ideologis. Ia tidak bisa dinegosiasikan untuk tujuan politis sesaat dan pragmatis. Ia hanya mau melakukan tindakan politik yang bersifat kebangsaan.

Karena itu, demi kepentingan kebangsaan yang lebih besar, seperti yang diperankan Presiden Joko Widodo, Risma dinilai mau bekerja keras dan berkorban. Itulah sosok Risma, pemimpin negarawati.

Begitu disampaikan oleh Direktur EmrusCorner, Emrus Sihombing yang juga merupakan pakar komunikasi politik Universitas Paramadina. Emrus menyampaikan di mata publik, karena ditopang kekuatan ideologi yang kukuh dalam dirinya, Risma merupakan sosok yang tidak mau "berpindah hati" ke yang lain.

Risma diyakini enggan pindah dari partai satu ke partai lain atau dari partai ke jalur perseorangan. Lalu pindah lagi ke partai, yang penting dapat "tiket" untuk calon Pilkada.

"Risma bukanlah sosok menghalalkan semua cara demi kekuasaan. Baginya, jabatan publik benar-benar amanah," ujar Emrus, di Jakarta, Minggu (26/6).

Hal itu tentu saja menyindir kiprah petahana Basuki Tjahaja Purnama yang bak "bajing loncat" kerap berpindah-pindah partai demi kepentingan politisnya.

Ahok bukanlah seperti Risma yang dianggap tokoh ideologis, karena menurut Emrus, Risma termasuk politisi negarawati, bukan politisi haus kekuasan. Karena itu, bila Risma diusung partai menjadi kandidat Gubernur DKI Jakarta 2017, peluang menang terbuka lebar.

"Risma memiliki semua keunggulan yang dimiliki kandidat lain termasuk dari petahana seperti kerja keras jujur, anti korupsi. Dengan demikian, faktor kelebihan tersebut, dari aspek metodologi, menjadi netral ketika Risma bersaing dengan kandidat lain, termasuk dengan petahana untuk memenangkan DKI-1," jelas Emrus.

Selain itu, keunggulan Risma yang relatif tidak dimiliki kandidat lain adalah memiliki visi politik kebangsaan yang lebih jelas karena salah satu diantaranya bahwa kampung halaman leluhur ada di Indonesia. "Pastilah ia memiliki kadar nilai Pancasila lebih mengkristal dalam dirinya," imbuh Emrus.

Nilai plus Risma lainnya adalah memiliki leadership yang lebih matang, memimpin dengan hati, kepemimpinan dengan pola "merangkul", memiliki keterampilan komunikasi yang lebih humanis dan menyelesaikan masalah lebih tuntas tanpa menimbulkan masalah baru yang berarti.

"Tiga modal penting yang dimilik Risma namun tidak dimiliki calon lain adalah. Pertama, sangat homogen dengan ciri masyarakat Jakarta dari semua aspek. Kedua, mampu menyatukan semua komponen masyarakat Jakarta yang heterogen. Tiga, gaya pendekatannya tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat Jakarta," pungkas Emrus.

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: