Melejit Tajam, Harta Kekayaan Jokowi Harus Diselidiki


FAKTAMEDIA.NET - Calon presiden Joko Widodo telah mengumumkan laporan harta kekayaannya di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (1/7) kemarin. Hasilnya, total harta kekayaan gubernur DKI non aktif ini mencapai Rp 29 miliar dan 27.000 dollar AS.  Padahal pada saat mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta 2012 silam, harta Jokowi hanya sebesar Rp 27.255.767.435.

Harta yang dimiliki Jokowi meningkat jika dibandingkan tahun 2010 lalu yang sebesar Rp 18.469.690.500. Dengan demikian, kekayaan Jokowi tersebut meningkat hingga sekitar Rp 8,775 miliar.

Sementara jika dibandingkan dengan harta Jokowi sejak tahun 2012, maka kenaikan harta Jokowi tahun ini sebesar Rp 2.197.687.565.

Beberapa pengamat pun mempertanyakan kenaikan jumlah harta yang dimiliki Jokowi tersebut. Apalagi kenaikan hartanya nya dinilai sangat fantastis dan luar biasa.
Pengamat politik Point Indonesia, Karel Susetyo mengatakan, perlu diselidiki aktivitas bisnis yang dilakukan Jokowi dan bagaimana pembayaran pajak yang dilakukannya selama ini. “Harus diselidiki harta yang dimiliki Jokowi,” kata Karel Susetyo kepada Harian Terbit, Rabu (2/7).

Menurut Karel, harta yang dimiliki Jokowi harus diselidiki untuk mengungkap dan menjelaskan kepada publik, apakah harta yang dikumpulkannya tersebut benar-benar murni atau ada unsur korupsi. Namun Karel meragukan capres nomor urut 2 ini melakukan korupsi, karena selama ini Jokowi juga dikenal sebagai pengusaha meubel yang sukses. “Kalau korupsi yah belum bisa diduga,” ungkap Karel.

Sumber : harianterbit

Subscribe to receive free email updates: