Kurang Lebih 5 Jam Diperiksa KPK, Bupati Rokan Hulu Keluar Kenakan Rompi Orange

Foto: Sindonews
FAKTAMEDIA.NET - Usai menjalani pemeriksaan selama lebih kurang 5 jam, Suparman dan Johar keluar dari gedung KPK dengan menggunakan rompi tahanan berwarna orange dan  resmi ditahan pihak KPK, Selasa (07/06/2016) siang.

Hal tersebut dibenarkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Selasa (07/06/2016) melalui pesan Whatsapp.

"Saat ini SP dan JH sudah ditahan dan dibawa ke Rutan Guntur Manggarai Jakarta Selatan, kemungkinan masa tahanan sampai 20 hari kedepan, namun kita masih tetap menunggu informasi dari penyidik," ujar Yuyuk Selasa (07/06/2016) siang.

Bupati Rokan Hulu Suparman dan mantan Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait sebagai tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD Riau Tahun 2015 yang lalu.

Suparman dan Johar Firdaus diduga menerima suap sebesar Rp800- Rp900 juta. Suparman merupakan Ketua DPRD Riau periode 2014-2019. Namun, dia terpilih sebagai bupati Rokan Hulu Riau periode 2016-2021 yang dilantik 19 April lalu.

Penetapan tersangka ini merupakan  perkembangan kasus yang juga telah menjerat Gubernur Riau non-aktif Annas Maamun dan mantan Anggota DPRD Riau Ahmad Kirjauhari. Suparman dan Johar diduga juga turut menerima suap.

"Sangkaannya bersama-sama, maka (uang yang diterima Johar dan Suparman) sama dengan yang diterima AK (A. Kirjauhari) sekitar Rp800-900 juta," kata  Priharsa Nugraha pada saat itu.

Keduanya pun dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada Kamis 17 Desember 2015, majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada terdakwa Ahmad Kirjauhari karena terbukti bersalah dalam kasus suap APBD Riau tahun 2014-2015.

Sementara Kuasa Hukum tersangka, Razman Arief Nasution mengaku menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kita buktikan di pengadilan Tipikor nanti," kata Razman kepada wartawan, Selasa (7/6/2016) di Gedung KPK Jakarta.

Sumber : zonariau

Subscribe to receive free email updates: