Khianati Rakyat demi Ahok, Pimpinan KPK Diramalkan Kena Serangan Jantung atau Stroke


FAKTAMEDIA.NET - Kesimpulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa tidak ditemukan adanya tindak pidana dalam kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, memunculkan ‘perlawanan’.

Praktisi metafisika Ki Gendeng Pamungkas, kembali mengingatkan, agar Pimpinan KPK tidak mengkhianati rakyat hanya demi membela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Di hadapan DPR, Pimpinan KPK menyatakan, kasus RS Sumber Waras tak ada korupsi, itu berarti pimpinan KPK mengkhianati rakyat,” tegas Ki Gendeng Pamungkas kepada intelijen (14/06).

Menurut Ki Gendeng, jika dalam kesimpulannya Pimpinan KPK hanya semata-mata membela Ahok, maka pimpinan KPK akan menerima azab yang mengerikan. “Saya memperkirakan, ada satu atau lebih Pimpinan KPK yang mendadak terkena penyakit kritis. Kemungkinan serangan jantung atau stroke. Tunggu saja, kalau Pimpinan KPK tak jujur,” ingat Ki Gendeng.

Ki Gendeng menegaskan, sikap tidak jujur dan mengkhianati rakyat akan mengakibatkan murka alam terhadap pimpinan lembaga yang didirikan era Presiden Megawati Soekarnoputri itu. “Alam akan memberikan jawaban terhadap kelakuan dan sikap Pimpinan KPK itu,” pungkas Ki Gendeng.
Diberitakan sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan bahwa KPK tidak menemukan adanya tindak pidana dalam kasus pembelian lahan milik Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat, oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Penyidik kami tidak menemukan perbuatan melawan hukum,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan (14/06).

Agus didampingi empat pimpinan KPK lainnya, yakni Alexander Marwata, Saut Situmorang, Laode Muhammad Syarif, dan Basaria Panjaitan.

Agus menjelaskan, pihaknya sudah mengundang para ahli untuk memberikan keterangan seputar kasus tersebut, di antaranya ahli dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

Hasilnya, tambah Agus, tidak ada indikasi kerugian negara dalam hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terkait pembelian lahan Sumber Waras. 

Sumber : intelijen

Subscribe to receive free email updates: