Kalah Di PTUN, Ahok & Temannya Bangun Opini Basi Untuk Mencari Pembenaran


FAKTAMEDIA.NET - PTUN telah memenangkan gugatan yang dilakukan oleh para nelayan atas proyek reklamasi pulau G dengan menunda serta meminta pembatalan ijin proyek yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Majelis hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan nelayan atas Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Kemenangan yang berarti menunjukkan ada yang salah terkait proyek reklamasi tersebut baik secara lingkungan serta dampak sosial yang ditimbulkan (hidup para nelayan)

Rupanya apa yang terjadi dan diputuskan oleh PTUN yang harus menjadi pelajaran karena banyak membongkar kesalahan atas kebijakan yang dikeluarkan, malah diputarbalikkan oleh Ahok dan para pendukungnya

Dengan sebuah teknik spin dalam pembangunan opini di media, Ahok dan Pendukung mengarahkan opini; bahwa justru mereka yang diuntungkan oleh hasil sidang PTUN karena proyek akan dilanjutkan oleh BUMD dan rencananya akan dilanjutkan oleh JakPro

Pertanyaan utamanya adalah Kalau tidak ada sidang PTUN untuk menyidangkan gugatan nelayan terkait proyek reklamasi pulau G, apakah Ahok dan pendukungnya berpikir tentang proyek reklamasi ini akan milik BUMD?

Bukankah justru kalau tidak ada yang usik, akan tetap juga dilanjutkan proyek tersebut oleh PT Muara Wisesa Samudra

Aneh, berpikir seolah tidak merasa bersalah; dan ketika kalah pun tetap merasa menjadi pemenang, ini sebuah sikap ambigu dengan melupakan catatan siapa yang bersalah telah mengeluarkan kebijakan

Sudah jelas Ahok yang mengeluarkan kebijakan, yang memberi ijin kepada PT Muara Wisesa Samudra, kalau memang mau agar ijinnya diberikan kepada BUMD mengapa tidak dari dulunya?

Menutupi kesalahan dengan pembangunan opini yang memalukan; itulah Ahok dan Pendukungnya

(Adityawarman @aditnamasaya) 

Sumber : lingkarannews

Subscribe to receive free email updates: