Harga daging kian meroket, Jokowi minta rakyat beralih makan ikan saja


FAKTAMEDIA.NET - Melonjaknya harga daging sapi membuat pemerintah kelimpungan. Bahkan Presiden Jokowi meminta kepada pada anak buahnya untuk bisa menekan harga daging sapi hingga Rp 85.000 per kilo.

Berbagai upaya seperti impor daging beku hingga menggelar operasi pasar dilakukan pemerintah untuk bisa menekan harga daging sapi. Namun hingga kini realisasi harga daging sapi Rp 85.000 masih sulit dicapai.

Tak mau kehabisan akal, presiden meminta kepada seluruh jajaran menteri Kabinet Kerja agar mulai mengkampanyekan makan ikan sebagai pengganti daging. Hal ini diungkapkan Presiden saat memimpin dua rapat terbatas sekaligus di Kantor Presiden.

Ratas pertama membahas Kebijakan Pembangunan Kelautan dan kedua membahas Pembangunan Industri Perikanan dan Kelautan.

"Presiden menyampaikan dalam ratas untuk kita mulai mengembangkan, mengkampanyekan memakan ikan sebagai pengganti daging karena kalau makan ikan itu tidak ada halal haram, semua ikan adalah halal," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Rabu (16/6) kemarin.

Presiden juga memerintahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli untuk mengkoordinasikan kebijakan yang implementatif yang bisa diterapkan dalam bidang kemaritiman. Menko Rizal diberi jangka waktu satu bulan untuk menyelesaikan persoalan kebijakan tersebut.
"Diberikan waktu sampai dengan bulan Juli agar kebijakan yang implementatif tadi bisa segera dibuat," jelasnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan stabilnya harga dan pasokan produk perikanan sepanjang Ramadan 2016. KKP mengajak PT KOMIRA, PT Perikanan Nusantara (Perinus), Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Intimas Surya untuk menjual produk ikan segar serta olahan ikan di sepanjang bulan Juni 2016.

"KKP berupaya untuk menjaga stabilitas dan memastikan harga dan pasokan ikan selama puasa hingga menjelang lebaran berjalan normal," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (15/6).

Menurut Menteri Susi, beberapa upaya yang ditempuh KKP di antaranya melalui konsolidasi data pasokan dan komunikasi dengan pemasok besar atau retail modern, melakukan monitoring pasokan dan harga secara real time dan online, serta melakukan pantauan langsung secara selektif di kota-kota besar. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar operasi pasar di beberapa titik di kawasan Jabodetabek.

KKP menggandeng beberapa instansi dan lembaga pemerintah untuk menggelar bazar ikan murah seperti Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Dharma Wanita Persatuan - Kementerian Kelautan dan Perikanan (DWP-KKP).

Bazar Ikan Murah itu dijadwalkan digelar mulai tanggal 14-25 Juni 2016 di beberapa pasar tradisional di DKI Jakarta.
Sejumlah pasar yang menjadi ajang digelar Bazar Ikan Murah pada hari-hari tertentu itu antara lain Pasar Grogol di Jakarta Barat, Pasar Tomang Barat (Jakbar), serta Pasar Palmerah dan Pasar Johar Baru (keduanya di Jakarta Pusat).

Kemudian di Jakarta Selatan ada di Pasar Pondok Labu, Pasar Minggu, di Jakarta Timur ada di Pasar Perumnas Klender dan Pasar Kramatjati. Sedangkan di Jakarta Utara ada di Pasar Sunter, Pasar Rawa Badak, dan Pasar Koja.

Bazar diselenggarakan bekerja sama dengan PD Pasar Jaya, PT Perikanan Nusantara (Prinus), Perum Perikanan Indonesia (Perindo), Koperasi Perikanan Mina Rizki Abadi (Komira) dan PT Intimas Surya.

Sedangkan di luar Jakarta, Bazar Ikan Murah diselenggarakan di Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Papua, dan Bangka Belitung.

Sumber : merdeka

Subscribe to receive free email updates: