Demi Bela Ahok, Nusron Wahid Bilang: “Ayat Konstitusi di atas Ayat Al-Qur’an”


FAKTAMEDIA.NET - Nusron Wahid, yang sering mengerahkan orang-orang GP Ansor alias Banser NU dalam acara-acara yang bertentangan dengan Islam seperti untuk menjaga acara (pengikut Syetan) Lady Gaga di Jakarta beberapa waktu lalu dan semacamnya itu, berbicara sekeras itu di televisi dalam menentang Islam demi membela Ahok, cina kafir kitabi yang ditolak Umat Islam kaitannya dengan akan menduduki jabatan gubernur DKI Jakarta.

Umat Islam menolak Ahok hingga ada demo tolak Ahok kemudian dibicarakan dalam acara tv ini. Penolakan terhadap Ahok itu karena disamping Ahok sebegitu mengusiknya terhadap Islam di antaranya melarang menyembelih hewan kurban di sekolah dasar di Jakarta, masih pula sangat kasar dan keji ucapan-ucapannya. Terakhir dikhabarkan, Ahok mengancam bunuh dan bakar hidup-hidup pendemo anarkis.

Anehnya, di kala ramai Umat Islam menolak Ahok, justru pembelaan terhadap Ahok juga nampak sekali dalam acara tv itu dilakukan oleh pihak NU yang diwakili Sekjen PBNU Marsudi Syuhud. Sehingga suara Banser dan NU (anak dan bapak) dalam acara itu tampak sejalan dengan pendeta Katolik Benny. Bukan seperti suara umat Islam pada umumnya. Terhadap Banser dan NU yang sedemikian sikapnya itu, telah dimuat di situs nahimunkar.com, tulisan begini:

Petunjuk dari Allah Ta’ala

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ [التوبة/73]
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] : 73)
Allah memerintahkan tidak bersikap lembut terhadap orang-orang kafir dan munafiqin bahkan memerintahkan berjihad melawan mereka dan bersikap keras atas mereka. Sementara itu Allah Ta’ala memerintahkan bersikap lunak dan hormat terhadap mukminin.Sungguh Allah telah berfirman, yang artinya:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ [الشعراء/215]
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’araa’ [26] : 215)

Ayat itu tampaknya benar-benar diselisihi. Terutama oleh pentolan-pentolan yang mengaku Islam namun sepak terjangnya lebih kongkrit dengan orang kafir, Nasrani, aliran sesat seperti Syiah, LDII, Ahmadiyah, Bahai dan sebagainya. Bahkan mereka rela bertungkus lumus (bersusah payah) membela gereja liar seperti Yasmin, pengikut syaithan seperti Lady Gaga, pentolan sex menyimpang seperti Irsyad Manji.

Mungkin tokoh NU yang masih Islami mengelus dada melihat oknum-oknum yang duduk di jajaran kepengurusan kini bahkan bicara di televisi beserta pentolan Ansor Banser tampak sekali menyelisihi ayat tersebut di atas. Padahal mereka atas nama NU dan Ansor dalam kasus Ahok yang kafir kitabi namun arogan dan mengusik Islam ini.

Tidak takutkah mereka itu terhadap adzab Allah Ta’ala yang sangat pedih di Akherat kelak, hingga lebih cenderung membela kafrin dibanding kepada mukminin? Padahal sudah jelas Umat Islam diusik Ahok dengan melarang semblelih hewan kurban di sekolah SD segala.

Demikian pula, tidak takutkah bila mereka itu menirukan keburukan tokoh sebelumnya yang sudah di alam kubur (yang dikenal lebih dekat dengan kafirin dibanding Muslimin), hingga kemungkinan menambah dosa pula bagi yang sudah mati itu karena ditiru kejahatannya?

Miris melihat dan mendengar perkataan tokoh-tokoh pembela kafirin, dengan cara menirukan perkataan orang kafir pula untuk menggebuk teman Islamnya sendiri, demi menjilat orang kafir yang sedang nangkring di kursi jabatan dengan arogannya mengusik Islam terang-terangan. Seharusnya tersinggung, tapi justru tersinggungnya kebalik, yaitu tersinggung karena Umat Islam melawan pemimpin kafir yang mengusik Islam itu.

Benar-benar aneh. Padahal, bila orang-orang kafir itu sudah jaya, maka giliran tokoh penjilat dari kalangan Muslim itu pula yang jadi sasaran untuk dibunuh pertam kali, sebagaimana zaman PKI Madiun tahun 1948 dan pemberontakan Gestapu PKI 30 September 1965 dulu. Tidak ingatkah kalian wahai NU dan Banser Ansor? Bukankah kalian yang tergabung dengan PKI dalam apa yang disebut Nasakom, namun kalian kemudian jadi sasaran pembunuhan pertama oleh PKI?

Yang memalukan, ketika PKI begitu dilarang tahun 1967, kalian berdua, bapak dan anak saling berebut nama bahwa kalianlah yang berjuang mengusulkan untuk dilarangnya PKI itu. Perebutan nama antara NU dan Ansor, bapak dan anak itu pernah terjadi di Harian Pelita Jakarta. Lhah, kemarin-kemarin yang tergabung dalam Nasakom (Nasional/ PNI kini PDIP, A –agama yakni NU, Komunis/PKI) itu kan NU. Padahal Konggres Ulama di Palembang tahun 1957 telah mengharamkan PKI dan mendesak presiden untuk membubarkannya. Lha kok NU malah bergabung dalam Nasakom, kemudian belakangan mengaku yang mengusulkan pertama kali untuk dibubarkannya PKI tahun 1967 itu NU, hingga rebutan nama dengan Ansor karena Ansor juga ditulis di Koran Pelita Jakarta mengaku begitu?

Kongres Alim Ulama se Indonesia tahun 1957 di Palembang: Komunis kufur

Sejarah mencatat, sikap umat Islam Indonesia tegas terhadap paham komunis sudah dimulai sejak Kongres Alim Ulama se Indonesia tahun 1957 di Palembang. Ada beberapa point yang dihasilkan dalam Kongres Alim Ulama se Indonesia tersebut, antara lain:

Pertama, Ideologi atau ajaran komunis kufur hukumnya, dan haram bagi umat Islam menganutnya. Kedua, bagi seseorang yang menganut ideology komunis dengan keyakinan dan kesadaran, maka dia termasuk kafir dan tidak sah menikah dengan orang Islam, tidak ada waris mewarisi (ahli waris), serta jenazahnya tidak diboleh diselenggaran secara Islam.

Ketiga, bagi seseorang yang memasuki organisasi atau partai yang berideologi komunis tidak dengan keyakinan dan kesadaran, maka dia termasuk orang yang sesat, dan harus diajak agar meninggalkan organisasi atau partai tersebut.

Keempat, walaupun Indonesia belum menjadi Negara Islam, namun haram bagi umat Islam mengangkat/memilih Kepala Negara/pemerintah yang berideologi komunis (dimasa itu dasar Negara RI sedang dibahas dalam Konstituante berdasarkan UUD Sementara tahun 1959).

Kelima, memperingatkan kepada pemerintah agar bersikap waspada terhadap gerakan aksi subversif asing yang membantu aksi-aksi perjuangan kaum komunis di Indonesia.

Keenam, mendesak kepada Presiden RI (Soekarno ketika itu) untuk mengeluarkan dekrit yang menyatakan PKI dan mantel organisasinya sebagai partai terlarang di Indonesia. (Selasa, 20 Zulhijjah 1435 H / 1 Oktober 2013 07:07 wib Ingat! Banyak Kiai dan Santri yang Syahid Dibunuh PKI Secara Keji voa-islam.com).

Seharusnya bukan bergabung ataupun menjilat orang kafir, tetapi merujuk kepada ayat dalam menentukan apa yang diperbuat, dan pula melihat kenyataan yang benar.
Apabila itu yang dilakukan, maka pertolongan Allah pun akan datang, sedang kehancuran pihak kafir pun terjadi dengan tragisnya seperti dikisahkan dalam ayat ini.

{سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (1) هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ} [الحشر: 1، 2]
Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan bumi; dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (QS Al-Hasyr/59: 1-2).

[1463] Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi Bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah.

Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan. (QS Al-Hasyr/59: 1-2).

***

Kembali ke persoalan acara di ILC TV One, inilah beritanya.

***

Ogah syariat, silahkan keluar dari bumi Allah!


Ketua Dewan Syuro FPI

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dalam acara ILC di TV One hari Selasa 14 Oktober 2014, Ketua Umum GP Anshor Nusron Wahid dan Sekjen PBNU Marsudi Syuhud bersama pendeta Katolik Benny sepakat bahwa Ahok boleh dan sah sebagai pemimpin di Jakarta yang mayoritas muslim sesuai konstitusi.

Sedang Ketua umum Fron Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin bin Ahmad Alattas yang hadir dalam acara tersebut dengan didampingi Ketua Hisbah DPP FPI KH. Awit Masyhuri dan Sekum FPI KH. Ja’far Shiddiq tetap pada prinsip Islam, bahwa si kafir Ahok haram jadi pemimpin di Jakarta sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Al-Ijma.

Jadi, silahkan warga NU dan Anshor dipimpin Ahok, sedang komponen umat Islam lainnya termasuk warga FPI tidak akan pernah mau dipimpin Ahok.

Tidak cukup sampai di situ, Nusron Wahid yang konon stres karena dipecat Golkar dan batal dilantik menjadi anggota DPR menyebut kalimat kekufuran. “Ayat Konstitusi di atas ayat Al-Qur’an,” katanya

Secara spontan Ketua Majelis Syura DPP FPI KH. Misbahul Anam yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, “Kepada semua anggota GP Anshor di seluruh Indonesia sesuai “Fatwa” Ketumnya, maka mulai besok jangan baca ayat Al-Qur’an tapi baca saja ayat Konstitusi, dan kalau sekarat atau mati maka jangan dibacakan Yasin, tapi bacakan saja ayat konstitusi.”

Nusron mengatakan bahwa hukum konstitusi lebih tinggi dari hukum agama, maka menurut FPI, mulai besok harap semua anggota GP Ansor agar baca UUD saja, tidak perlu baca Al Qur’an. Kalau mati tidak perlu dibacakan Yasin, tapi dibacakan UUD 45 saja.

Menurut FPI, kalimat Nusron yang menyatakan bahwa hukum konstitusi lebih tinggi dari hukum agama adalah bentuk kekufuran yang nyata. Sudah tidak pantas lagi ini orang digolongkan sebagai golongan Muslimin. Karena dia telah murtad secara terbuka didepan umum. Wal’iyadzubillah

Mereka kaum-kaum kafir dan munafiq mengatakan apabila kita ummat Islam tidak mau menerima hukum konstitusi, mereka mempersilahkan kita kluar dari Indonesia.

Untuk kaum kafir dan munafiq, FPI yang merupakan komponen umat Islam Indonesia yang sah menyerukan,”Dengarlah wahai kaum yang anti dengan hukum Allah, apabila kalian tidak setuju dengan hukum Allah dan merasa ada hukum lain yang lbh tinggi dari hukum Allah, maka kami mempersilahkan kalian keluar dari bumi Allah.” 

Sumber : nahimunkar

Subscribe to receive free email updates: