Darurat Kebangsaan, Kemarahan Para Tokoh Meledak Di Balai Kartini !

Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu menyampaikan sambutan dalam pertemuan di Balai Kartini, Jakarta, Jumat 13 Me1 2016.

FAKTAMEDIA.NET - Darurat kebangsaan rupanya menjadi  kemarahan yang meluas di kalangan elite di Indonesia. Ekspresi itu, menyeruak dan ‘meledak’ di tengah forum silaturahim purnawirawan TNI, Forum Umat Islam (FUI),  organisasi kepemudaan yang sengaja diundang Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat 13 Me1 2016.

Kemarahan itu diekspresikan dalam berbagai sambutan  yang diberikan sejumlah tokoh mulai  Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, Letjen (Purn) Soerjadi, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, Sekjen FUI, KH. Al Khaththath, Ketua Pemuda Pancasila, Yapto S., Hingga Ketua FKPPI, Ponco Sutowo dan Sastrawan Taufiq Ismail, yang kali ini tidak tampil membaca puisi namun malah berorasi yang bergelora mengekspresikan kecemasannya yang sangat dalam terhadap kekejaman golongan Komunis yang telah membantai ratusan juta manusia di muka bumi ini.

Kiky Syahnakri dalam sambutannya sangat mengkhawatirkan bangkitnya PKI yang kini tampil terang-terangan. Sementara Soerjadi dalam kapasitas sebagai Ketua Purnawirawan TNI terang-terangan menuduh pemerintahan Joko Widado bersikap gamang menghadapi isu sensitive (bangkitnya PKI Red) ini, dan cenderung  malah memfasilitasi orang yang jelas-jelas telah berontak (PKI) itu. Pernyataan ini pun disambut gemuruh tepuk-tangan dukungan dengan tekanan kemarahan diiringi juga dengan kepalan tangan. Soerjadi juga menyinggung setiap kali Joko Widodo pulang dari luar negeri ada saja yang dilakukan, misalnya segera mengangkat Ketua Lemhanas (Letjen Agus Widjojo) yang latar belakangnya gak jelas, siapa sih ketua Lemhanas itu ? Katanya menyindir dan disambut tepuk tangan. Ada lagi yang terang-terangan disinggung Soerjadi yakni daftar pencekalan 753 WNI Keturunan yang membuktikan merekalah pelaku kejahatan ekonomi di negeri ini. Hal ini niscaya berkaitan dengan heboh kasus Reklamasi Pantai Utara Jakarta itu.

”Semua ini terjadi, karena saat ini banyak pemimpin yang tidak jelas justru diangkat oleh Presiden Joko Widodo, seperti siapa itu, Menteri Susi atau Ketua Lemmhanas tadi,” ujarnya semakin disambut dengan sorak dukungan hadirin ratusan orang.

Di akhir sambutannya Soerjadi mengajak kepada Menhankam juga seluruh eksponen yang hadir untuk bersama-sama membendung laju darurat kebangsaan ini, yakni isu bangkitnya PKI dan dominasi ekonomi oleh kelompok tertentu,”Mari kita tunjukkan kita bisa bersama-sama, dan kita tunjukkan bahwa kita masih ada untuk menghadapi mereka,” ujarnya lugas mengakhiri sambutannya.
Sekjen FUI Al Khaththath yang duduk di kursi kehormatan mendampingi Ryamizard  Ryacudu membacakan pernyataan sikap Forum Umat Islam Terkait Bangkitnya PKI di Indonesia.

Sebelum membacakan pernyataan FUI, Al Khathtah mengutip Surah Al  Anfal ayat 60 berisi peringatan agar umat Islam khususnya kalangan militer mempersiapkan diri sebelum menghadapi peperangan dalam hal ini tentu persiapan peperangan di era modern ini baik fisik maupun non fisik yang sangat canggih. Khaththath menceritakan FUI dan GBN (Gerakan Bela Negara) yang dipimpin Mayjen (Purn)  Budi Sudjana telah merancang antisipasi, didahului dengan pertemuan dengan pimpinan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat dan MUI pun ikut geram dengan suasana di tanah air dengan bangkitnya PKI secara terang-terangan ini dan menyatakan berkali-kali tumpas, tumpas PKI itu sampai lima kali.

Kita Pasti Menang Karena Dilindungi Tuhan

Menteri Pertahanan Jendral (Purn) Ryamizard  Ryacudu dalam sambutannya menyatakan keprhatinannya dengan munculnya gejala bangkitnya PKI bahkan secara terang-terangan dan nekad itu, “Dulu kami (kalangan militer,Red) selalu mengingatkan adanya bahaya laten PKI, dan peringatan kita itu ditertawakan, tapi sekarang ini yang laten  sudah muncul terang-terangan, sudah ada PKI betul-betul dan mereka bertekad akan bangkit. Negara kita memang Pancasila dan ada yang menghendaki Liberal dll, tapi yang menghendaki Komunis tentu melanggar hukum”, ujar Menhankam tegas.

Menghadapi suasana yang meruncing ini, Ryamizard mengingatkan pesan Jenderal Soedirman bahwa Kita pasti menang  kalau kita berkeyakinan kita dilindungi Tuhan. Sebagai Menteri Pertahanan saya mengajak semua pihak hendaknya berdamai, dan kepada kalangan anak keturunan PKI anak-cucunya jangan menco-coba hasut sana hasut sini dengan cara-cara pengecut. Menhan beberapa kali menyatakan rasa bangga  terhadap respons FUI, Ormas-ormas Kepemudaan seperti FKPPI,Pemuda Pancasila dll yang terbukti mencintai bangsa Indonesia termasuk kader Bela Negara yang berjumlah puluhan juta. Karena menurut Menhankam peranan semua elemen dalam persatuan menghadapi PKI itu sangat diperlukan,  karena realitas di lapangan memang menuntut di antara kita harus bersatu – padu menghadapinya.Dan persoalan bangkitnya PKI itu niscaya memang menjadi tanggung-jawab bersama. Ryamizard juga mengingatkan adanya penyusupan yang dilakukan melalui Medsos (media sosial) yang menjadi ciri peperangan teknologi modern dewasa ini.

Mengakhiri sambutannya Menhan pun menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam kepada FUI, dan semua elemen Ormas Islam, Ormas Kepemudaan, khususnya respon yang sangat tepat menghadapi bangkitnya PKI ini. Sementara secara internal Menhankam  menjanjikan para Kader Bela Negara yang dibinanya dan berjumlah puluhan juta orang itu kini sudah dipersiapkan untuk siap tanggap dengan kecepatan reaksi yang dibutuhkan.

Sementara Yapto  S. Ketua Pemuda Pancasila tampil mewakili sejumlah Ormas Kepemudaan menyampaikan perasaan gundahnya melihat fenomena akhir-akhir ini bukan hanya PKI sudah terang-terangan menyatakan kebangkitannya, tetapi hampir di semua lini penting di Indonesia mengalami kekisruhan yang parah. Yapto menyebut akibat amandemen UUD 1945 sampai empat kali telah berdampak kekacauan yang terjadi di semua bidang. “Kenapa  kita ribut, karena aparat intelejen tidak bekerja dan berfungsi seharusnya, hal ini memicu keanehan-keanehan yang luar biasa di tengah kehidupan bangsa Indonesia,” papar Yapto diikuti tepuk tangan yang hadir memberi semangat dukungan.

Yapto menyebut makin dominannya kalangan Cina di sektor perdagangan dan perenomian, yang kini kota-kota di pesisir timur Sumatera, di pesisir utara Jawa semua tempat strategis sudah dikuasai non-Pri. (Menurut Prof Yusril Ihaza Mahendra kini 74% tanah di Indonesia sudah dikuasai Non Pri, Red). Malah kini terkuak konspirasi jahat pelaku ekonomi non-Pri itu melalui pembangunan pulau-pulau melalui reklamasi pantai utara ibukota. Sudah jelas soal reklamasi itu pelanggaran dan menghancurkan kehidupan nelayan dan warga ibukota karena dampak ekologinya, tap reklamasii tetap di teruskan dan dikerjakan (melalui pernyataan gubernur bahkan presiden), Yapto juga menyebutkan kedatangan puluhan ribu buruh-buruh Cina ke Indonesia karena justru diijinkan pemerintah, semua ini kata Yapto harus dihentikan. Atas dasar penegakan HAM kini muncul fenoma bangkitnya PKI, munculnya lambang-lambang PKI semuanya dibiarkan saja akibatnya mereka benar-benar bangkit.Yapto di akhir sambutannya menegaskan kondisi darurat kebangsaaan ini memang harus kita tanggulangi bersama-sama. “Jika pemerintah tidak bisa menegakkan hukum maka kita akan tegaklkan sendiri,” kata Yapto disambut tepuk tangan yang hadir.

Kegamangan rejim Presiden Joko selalu mewarnai setiap keputusan yang mengindikasikan di balik setiap keputusannya selalu ada master mind (otak pengatur) di baliknya. Ingat saja sewaktu terjadi heboh di tengah pengadilan etik Dewan Kehormatan DPR terhadap Ketua DPR Setya Novanto, Presiden Joko menegaskan, “Kita ikuti langkah hukum yang kini (saat itu) tengah diproses oleh Dewan Kehormatan DPR,” tapi beberapa hari kemudian Presiden Joko menegaskan lagi bahwa kasus Setya Novanto yang dituduh mencatut nama Presdien Joko itu, diserahkan saja kepada kehendak publik. Keputusan yang mendua. Kini soal geger bangkitnya kembali PKI, presiden juga merespons yang rancu dan dualistis. Semula presiden langsung memimpin rapat bidang pertahanan dan keamanan dan memerintahkan tegas kemunculan atau bangkitnya PKI itu harus segera diberantas dengan tegas. Lalu aparat keamanan pun dengan tegas bertindak, dan tindakan ini pun diprotes kalangan kiri dan eks PKI dengan “nyinyir”.

Akibatnya Presiden Joko pun gamang, lalu memerintahkan kembali aparat keamanan agar jangan bertindak kebablasan dalam mengamankan isu bangkitnya PKI. Ini pula dasarnya barangkali di awal laporan ini kita kutip penyataan  Letjen Soerjadi yang menuduh pembantu presiden yang latar belakangnya tidak jelas.

Dua isu sentral yang menjadi kegaduhan luar biasa memang bangkitnya PKI secara berani dan nekad, yang kedua tampilnya golongan Cina yang semakin afresif hendak menguasai Indonesia dengan menempatkan gubernur DKI Jakarta Ahok sebagai penarik gerbong dengan menerjang halangan apapun di depannya. Jika dua isu sentral ini tidak diredam, dipastikan akan muncul lebih dari sekadar gaduh tapi akan menjadi chaos bahkan revolusi yang berdarah-darah. Taufiq Ismail tegas menyatakan suasana saat ini sudah sama persis seperti suasana pra Kudeta PKI 1964-1965, yang kemudian benar-benar terjadi pecahnya Kristal 1965, PKI nekad melakukan kudeta dan berakibat berdarah-darah.

Adalah Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, mantan Pangdam Jaya 1998 dan Wakil Menteri Pertahanan RI  2009-2014, saat berkunjung ke kediaman Kyai Abdul Rasyid Abdullah Syafii (20/5), di hadapan para kyai, Sjafrie menyebut fenomena Darurat Kebangsaan belakangan yang sangat amat mengkhawatirkan ini dengan istilah Jawa : “Piring Gempil”.

Maknanya kurang lebih telah terjadi kecelakaan, sebuah piring telah pecah di sebuah sisinya. Sjafrie mengaku sering ditanyakan bagaimana mengatasi kondisi mutakhir bangsa Indonesia yang amat merisaukan ini ? Dengan joke, Sjafrie menjawab jika piring sudah gempil dan pecah sebagian,  maka langkah cepat bisa dilakukan dengan mengganti piring yang “gempil” itu dengan piring yang baru. Mendengar solusi yang disampaikan Sjafrie ini para kyai tertawa namun ada yang menafsirkan—di antaranya KH Achmad Cholil Ridwan -- sumber masalah yang dua itu harus di ganti yakni Guburnur DKI Jakarta Ahok yang menjadi gerbong agresifitas etnis Cina yang hendak menguasai Indonesia, bahkan rejim yang  berkuasa dan membuat masalah pun harus dihentikan dan diganti. Wallahu a’lam bissawab.

Sumber : suara-islam

Subscribe to receive free email updates: