Berita Penangkapan Dinilai Pembohongan Publik, Warga Luar Batang Akan Somasi Kompas.com


FAKTAMEDIA.NET - Warga Luar Batang mengaku gerah dengan adanya pemberitaan salah satu media daring tentang penahanan rekan mereka bernama Mansur Amin oleh Polres Metro Jakarta Utara, Ahad (26/6). Mansur Amin saat ini menjadi sekretaris Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Mereka menilai berita tersebut sebagai bentuk pembohongan publik karena menyajikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat. “Kompas.com itu ngawur! Bang Mansur saat ini sedang berada di luar daerah dan hari ini masih dalam perjalanan kembali ke Jakarta,” ujar salah seorang teman dekat Mansur, Sulaimansyah, kepada Republika.co.id, Ahad (26/6).

Dia menuturkan, pria bernama Mansur yang saat ini ditahan oleh Polres Metro Jakarta Utara bukanlah Mansur Amin warga Kampung Luar Batang. Melainkan Mansur dari Tanah Pasir, Penjaringan. “Mansur yang ditahan itu adalah warga kolong tol di Tanah Pasir. Dia memang ikut aksi pada Jumat (24/6) lalu,” tutur Sulaimansyah.

Laman berita daring sebelumnya menyebutkan, Polres Metro Jakarta Utara menahan sejumlah orang yang terlibat aksi penolakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat peresmian ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Penjaringan, Kamis (23/6) lalu. Menurut pemberitaan media daring, salah satu yang ditahan itu adalah Sekretaris Masjid Luar Batang Mansur Amin.

Sulaimansyah menambahkan, jika benar pria yang ditahan polisi itu adalah Mansur Amin, Kompas.com seharusnya bisa menguatkan informasi tersebut lewat foto. “Bisa, enggak, mereka nunjukin fotonya? Media jangan jadi provokatorlah,” ucapnya.

Dia mendesak Kompas.com bertanggung jawab atas berita yang sudah dibuat. “Jika berita itu tidak segera diralat, kami selaku warga Luar Batang akan menyomasi Kompas.com,” ancam Sulaimansyah

Kedatangan Ahok untuk meresmikan RPTRA Penjaringan Indah di Jalan Wacung, RW 16, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (23/6) sore, mendapat penolakan dari ratusan warga. Penolakan tersebut sebagai buntut kekecewaan mereka yang merasa dizalimi oleh berbagai kebijakan Ahok yang sewenang-wenang.

Sumber : republika

Subscribe to receive free email updates: