Wow, Komunitas Tionghoa Berkumpul, Berupaya Menguak Tragedi 1998


FAKTAMEDIA.NET - Komunitas Tionghoa Indonesia berkumpul siang ini. Mereka menggelar dialog publik sebagai upaya untuk mengungkap fakta kekerasan rasial dan seksual yang dialami warga Tionghoa kala kerusuhan Mei 1998 meletus.

Perempuan etnis Tionghoa kala itu menjadi sasaran utama aksi pemerkosaan. Menurut aktivis perempuan Andy Yentriyani, pelaku memilih dulu calon korban sebelum beraksi. Sembari berkeliling di jalanan, bus, hingga pertokoan, mereka mencari perempuan Tionghoa dan membiarkan pribumi.

Dialog atas Tragedi Mei 1998 yang akan berlangsung di Sekretariat Indonesia Tionghoa (Inti), Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/5), diinisiasi Generasi Muda Indonesia Tionghoa (Gema Inti) DKI Jakarta bekerja sama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanegara, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, komunitas korban Tragedi Mei 1998, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat.

Sepanjang Mei 1998, banyak warga sipil jadi korban kerusuhan di ibu kota. Sebelum huru-hara merebak, pada 12 Mei empat orang mahasiswa Universitas Trisakti meregang nyawa tertembak peluru dalam demonstrasi menuntut mundurnya Presiden Soeharto di kampus mereka. Elang Mulya Lesmana, Heri Hartanto, Hafidin Royan, dan Hendrawan Sie di kemudian hari dianugerahi gelar Pahlawan Reformasi.


Kala kekacauan melanda ibu kota, berbagai pertokoan dan pusat perbelanjaan jadi sasaran pembakaran, termasuk Yogya Plaza Klender (saat ini Mal Citra Klender). Akibatnya, para pengunjung mal terperangkap dan terpanggang di dalamnya. Sebagian besar jasad tak dapat dikenali lagi sehingga dimakamkan secara massal di Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon.

Seakan kerusuhan tak cukup mencekam, pemerkosaan oleh sekelompok lelaki terjadi di sana-sini. Tercatat setidaknya 85 orang menjadi korban kekerasan seksual berdasarkan data Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk di masa pemerintahan Habibie.

Namun jumlah itu, menurut Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRK), belum mencerminkan angka yang sesungguhnya. Data TRK menunjukkan angka lebih tinggi. Menurut mereka, sepanjang Mei 1998 tercatat 152 orang menjadi korban pemerkosaan, dengan 20 orang di antaranya meninggal dunia.

Sumber : intelijen

Subscribe to receive free email updates: