Tuntut Ahok Mundur , Spanduk Ahok + PKI = Banjir Darah, Pribumi Harga Mati! Menggema


FAKTAMEDIA.NET - Aliansi Masyarakat Jakarta Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jumat (20/5). Mereka menuntut anggota DPRD DKI untuk meneruskan hak angket agar bisa menurunkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Mereka mengaku datang dari Luar Batang, Kalibaru, hingga Kalijodo. “Kita minta DPRD menggunakan haknya untuk impeachment Ahok. Kalau tidak, DPRD mendingan turuun!” teriak pedemo, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Ada yang berbeda dari aksi unjuk rasa hari ini. Biasanya, warga hanya berbekal spanduk dari kertas karton biasa. Tulisan yang ada di dalam kertas tersebut biasanya ditulis dengan spidol biasa. Hari ini, kertas yang digunakan lebih tebal dan dicetak. Tulisannya bermacam-macam, kebanyakan berisi tulisan kritikan terhadap Ahok.

Misalnya, “Ahok + PKI = Banjir Darah”,”Pribumi Harga Mati”. Mereka juga membawa barongsai untuk mengiringi orasi mereka.

Bahkan para demonstran, sempat terjadi aksi anarkistis. Mereka menggoyang-goyangkan gerbang masuk dan membuat gerbang itu nyaris roboh. Para pendemo yang mengguncang-guncang pagar rata-rata remaja tanggung.

Ketika aksi itu terjadi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik muncul di hadapan mereka. Taufik pun diminta untuk keluar menemui mereka. Taufik pun keluar dan naik ke atas mobil komando yang mereka bawa. Taufik juga mengajak anggota Fraksi Partai Gerindra, Syarif, ke atas mobil.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik berbicara kepada pengunjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Jakarta Utara yang menuntut Basuki Tjahaja Purnama diturunkan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Taufik naik ke atas mobil komando untuk mengajak warga masuk dan berdiskusi di dalam Gedung DPRD DKI.

“Saya paham betul yang Anda suarakan. Saya mohon maaf kalau teman-teman DPRD belum hadir dan saya mewakili teman-teman lain. Apa yang Anda sampaikan jadi bahwa saya dan akan disampaikan ke teman-teman lain,” ujar Taufik melalui pengeras suara di depan Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (20/5/2016).


“Tidak bisa! Tidak bisa!” teriak warga dari bawah mobil.

Mereka mempertanyakan absennya anggota Dewan yang lain.

“Jadi, maunya apa?” tanya Taufik.

“Ahok ditimpukin, baru beres!” teriak warga.

Setelah itu, Taufik memanggil anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra lainnya, Syarif, untuk naik ke atas mobil. Setelah itu, Taufik mengajak warga untuk masuk ke dalam gedung dan berdiskusi.

“Begini, jangan ada yang anarkistis, rumah ini rumah Saudara. Sudah betul Saudara ke DPRD dan sudah betul apa yang Anda minta. Kita akan diskusikan di dalam,” ujar Taufik.

“Bohong… bohong!” teriak warga.

“Dua puluh orang silakan masuk ke lobi ya,” ujar Taufik.

“Enggak bisa! Harus semua,” jawab warga.

“Kalau semua tidak muat tempatnya, sayang. Pimpinan demo Saudara sudah katakan 30 orang, 30 orang akan saya terima,” ujar Taufik.

Sumber : radarpolitik

Subscribe to receive free email updates: