Presiden KSPI : Tiga hari kita (1500-2000 Massa) akan geruduk KPK minta segera tangkap Ahok!


FAKTAMEDIA.NET - Serikat buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi demonstrasi pada tanggal 30 Mei-2 Juni mendatang.

Aksi ini akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Balaikota DKI Jakarta dan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuan aksi adalah mendesak pemerintah mencabut PP 78/2005 sesuai rekomendasi Panja Upah DPR RI.

"Dalam aksi ini kami juga mendesak Gubernur DKI Jakarta dan gubernur daerah lainnya untuk menaikkan upah minimum 2017 sebesar Rp 650 ribu. Kami juga Menolak reklamasi teluk Jakarta dan penggusuran yang dilakukan Ahok sebagai gubernur," kata Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 28/5).

Pihaknya, kata Iqbal, akan mengerahkan sebanyak 1500-2000 massa dalam aksi yang digelar selama tiga hari berturut-turut tersebut.

"Isu ketiga yang kita teriakkan adalah menolak reklamasi teluk Jakarta lantaran sangat berhubungan dengan kehidupan buruh. Hal itu juga akan berimplikasi pada reklamasi pada daerah lain," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Iqbal, pihaknya juga mendesak KPK segera menetapkan status hukum kepada Gubernur DKI Jakarta terkait kasus reklamasi dan Rumah Sakit Sumber Waras.

" Tiga hari kita akan geruduk KPK minta segera tangkap Ahok dan jadikan tersangka, karena hukum harus ditegakkan," tegas Presiden KSPI Said Iqbal, Jumat (27/5/2016).

Kata Said, jika KPK tidak merespon tuntutannya, maka ia menginstruksikan anak buahnya para buruh untuk menginap di Gedung lembaga antirasuah dan bergabung dengan kelompok yang bakal menggelar sidang rakyat gulingkan Ahok.

"Kalau KPK tidak mau respon, ya kita menginap juga di KPK sama teman-teman yang gelar sidang rakyat," terang dia.

Said juga mengakui kehebatan Ahok yang terlalu kuat untuk diproses ke ranah hukum terkait sejumlah kasus terutama pembelihan lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Padahal, kata dia, data audit BPK sudah dianggap akurat.

"Orang ini (Ahok) terlalu kuat bener. Masa data BPK tidak dipercaya," tukasnya.

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: