Presiden Brazil Resmi Dinonaktifkan Akibat "Program Pencitraan", Bagaimana Dengan Indonesia ?


FAKTAMEDIA.NET - Presiden Brazil Dilma Rousseff akhirnya dinonaktifkan oleh Senat negaranya, setelah sebelumnya Majelis Rendah (semacam DPR) telah melakukan hal yang sama bulan lalu. Kini Rousseff harus menghadapi proses pemakzulan (impeachment) selama maksimal 6 bulan sesuai konstitusi Brazil.

Seperti dilansir Reuters (12/5/2016), Rousseff diapit oleh puluhan menterinya saat meninggalkan istana kepresidenan. Beberapa menterinya menangis, tetapi perempuan berusia 68 tahun itu tetap diam. 

Apa yang menjadi pangkal penonaktifan orang nomor 1 ini?

Ternyata, itu adalah "Manipulasi


Anggaran". Modusnya sederhana. Presiden Rousseff menutup defisit anggaran Brazil dengan cara meminjam uang dari bank. Selain untuk menutup defisit, uang pinjaman dari bank itu digunakan untuk membiayai program-program sosial (popular) yang dicanangkan sang Presiden (boleh dikata: program pencitraan). Dalam laporan keuangan, item "pinjaman bank" ini disamarkan, sehingga APBN Brazil tampak "sehat-sehat saja".

Apakah ini barang dipicu oleh faktor politik belaka? Nampaknya tidak, karena sejak awal tahun rakyat Brazil sudah turun ke jalan meminta Rousseff mundur.

Eh... jadi ingat pinjaman puluhan trilyun proyek kereta api cepat.

Jadi ingat juga puluhan trilyun lainnya yang dimasukkan ke bank-bank pemerintah walaupun bank-bank itu sedang tidak kekurangan modal.

Jadi ingat juga niatan menggunakan dana jaminan sosial untuk membiayai infrastruktur.

Jadi ingat lagi pinjaman dari Bank Dunia... Padahal... katanya sih: "Dananya ada, dananya ada".

Eh... ingat siapa yaaa?

Selamat pagi warga republik pencitraan!

(by Canny Watae)

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: