Patut Dicurigai Proyek Kereta Cepat Sebagian Pekerja Kemungkinan Militer


FAKTAMEDIA.NET - Aktivitas ilegal lima orang warga negara Tiongkok yang berujung penangkapan oleh satuan Keamanan Pertahanan Pangkalan (Satkamhanlan) Halim Perdanakusuma tidak boleh terulang. Pengamat hukum, Andri W. Kusuma mengatakan, dengan adanya penangkapan tersebut, maka proyek kereta cepat sebaiknya ditinjau ulang.

“Atau kalau perlu dibatalkan,” Ujarnya kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Jumat (28/4/2016).

Ia mengatakan kawasan Halim merupakan kawasan militer strategis yang harus dijaga. Masuknya warga negara asing ke kawasan tersebut secara tidak langsung bisa membahayakan negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang harus dijaga.

” NKRI harga mati bukan harga jual, masuknya warga negara Tiongkok ke Halim Perdana Kusumah patut dicurigai. Proyek Kereta Cepat itu sama saja dengan memberikan lahan Halim kepada negara lain. Ini berbahaya,” kata dia.

Andri menambahkan, patut dicurigai pekerja-pekerja Tiongkok yang didatangkan untuk mengerjakan proyek Kereta Cepat sebagian kemungkinan militer.

“Patut dicurigai, lagi pula lahan di Jawa Barat yang dilewati proyek kereta cepat adalah daerah-daerah strategis, termasuk Halim. Ini sama saja menjual negara,” kata Andri.

Proyek kereta cepat, hanyalah kedok dari Tiongkok untuk mengambil lahan atau paling tidak menguasai lahan Indonesia.

“Proyek kereta cepat itu hitungannya rugi, mana ada investor yang mau investasi di proyek rugi kecuali ada tujuan lain,” Ujarnya

Diliput oleh Edwinsyah Edwinsyah/harianumum.com/Minggu, 1 Mei 2016

Sumber : nahimunkar

Subscribe to receive free email updates: