Membaca Karakter Aneh Politik Nasrani*


FAKTAMEDIA.NET - Maksud “Nasrani” pada artikel ini adalah Katholik, Protestan, Advent, Saksi Yehova, dan bermacam sekte Kristiani yang ada.

Sejak zaman Kemerdekaan, politik Nasrani di Indonesia warnanya CENDERUNG SAMA. Rata-rata bersikap KONFRONTATIF terhadap ide-ide POLITIK ISLAM. Seolah meneruskan karakter PENJAJAH di masa sebelumnya.

Ibarat kata, politik Nasrani isinya SEPET MELULU. Tidak ada manis-manisnya ke misi PEMBANGUNAN Islam.

KITA ambil beberapa contoh (sejarah)…
1. Penghapusan 7 kata dalam Piagam Djakarta, katanya karena desakan kaum Nasrani Indonesia Timur.
2. Tahun 70-an, CSIS dan Peter Bek, bermain di balik Ali Moertopo untuk terus menyudutkan aktivis Islam.
3. Era 80an LB. Moerdani menguasai struktur militer, terus mengeliminasi Muslim. Puncaknya tahun 1984 terjadi Tragedi Priok. Skitar 400 pemuda masjid diberondong senapan mesin. Moerdani dan Try Soetrisno disebut-sebut sebagai dalang.
4. Dewan Gereja Timor Timur di bawah Uskup Belo terus menyerang kepentingan NKRI. Sampai Tim Tim lepas tahun 1999.
5. Tahun 1996 s/d 1999 terjadi tragedi-tragedi di Kupang, Ambon, Maluku Utara, dll.
6. Di Parlemen, wakil-wakil Nasrani, lewat PDI/PDIP, terus mengganjal aspirasi Ummat Islam. Mereka tolak UU Sisdiknas yang religius. Lebih suka yang sekuler.
7. Media seperti Kompas, saat zaman Soeharto dekat Moerdani, selalu memuji-muji Soeharto. Saat dia dekat Ummat Islam, tak henti-henti terus memojokkan.
8. Hingga di era Jokowi yang disebut-sebut DEKAT KOMUNIS; politik Nasrani lebih pro Jokowi. Aneh kan. Apa Nasrani bisa join dengan Komunis?
9. Sampai kini gerakan OPM di Papua terus mengganggu. Banyak kekerasan SARA di Papua tak bisa dilepaskan dari gereja.
10. Dan lain-lain.

Berbicara tentang Nasrani, maka kita harus menelaah FAKTA ANEH tentang Gusdur. Dia dekat blok Nasrani, dekat Komunis, dekat Liberal, dekat China, diterima juga oleh Yahudi. Dan Gusdur sangat memusuhi para AKTIVIS ISLAM. Kalau dengar istilah Syariat, Gusdur sering marah-marah. Seolah hatinya sudah BULAT UTUH untuk NON SYARIAT.

Kadang merasa heran. Mengapa blok-blok ini kok terasa ruwet? Kok kait-mengait begini? Mari kita membacanya.

* Pasca G3OS/PKI banyak penganut PKI masuk Nasrani, untuk menyelamatkan diri.
* Soeharto meleburkan partai-partai Nasrani ke PDI (nantinya jadi PDIP).
* Keluarga besar Gusdur kecolongan. Guru privat bahasa Inggris Gusdur adalah wanita Gerwani (ormas PKI). Sejak remaja Gusdur gaul dengan buku-buku Karl Marx.
* LIBERALISME adalah proyek PKI untuk menyerang Islam, dengan cara memakai tangan orang Muslim. Rata-rata para penggiatnya generasi muda NU.
* Gusdur berjasa memberi status kesetaraan derajat kepada orang China dan Konghuchu.
* Masih teringat ketika tahun 90-an merebak isu organisasi tanpa bentuk (OTB), Budiman Sudjatmiko dan PRD nantinya jadi populer. Ternyata, yang melindungi orang-orang ini kalangan Jesuit (Katholik radikal).
* Saat BJ. Habibie jadi presiden, dia dimusuhi habis oleh: Gusdur, Komunis, PDIP, Liberal, Kompas, Jesuit, China, dll. Mereka demo terus menerus lewat FORKOT, JARKOT, FAMRED, dll menggoyang Habibie agar tidak menjadi presiden lagi (1999).

TAMPAK ada kait-mengait antara KOMUNIS, LIBERAL, POLITIK NASRANI, MEDIA NASRANI, dan CHINA. Kami tidak tahu pasti bentuknya seperti apa. Tapi tentu semua pihak itu BERADA DI BELAKANG AHOX.

Gusdur mati sebagai pembela KAUM KUFAR, sedangkan Ummat Islam terus menerima kezhaliman-kezhaliman.

Teringat kata-kata Prof. Dr. Naquib Al Athos (rahimahullah): “Ada tangan-tangan besar yang terus menghalangi kebangkitan PERADABAN NUSANTARA nan Islami.”

Siapa mereka? Bisa jadi Komunis, Nasrani, China, atau Amerika. Sama saja. ==> “Al kufru millatu wahidah” (kekufuran itu sejatinya kelompok yang satu).

Wallahu a’lam bish shawaab

Sumber : antiliberalnews

Subscribe to receive free email updates: