Kisah Pilu Dua Bocah Korban Pemerkosaan Sony Sandra Alias Koko


FAKTAMEDIA.NET - Dua orang siswi SMP asal Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi korban kejahatan seksual seorang kontraktor bernama Sony Sandra alias Koko (60 tahun). Selain dipaksa melakukan persetubuhan, kedua korban juga dijebak oleh pelaku.

Menurut penuturan pendamping korban, Bethania Eden, kekerasan seksual berupa pemaksaan persetubuhan kepada kedua gadis tersebut baru diidentifikasi pada Juni 2015. Kejadian diduga berlangsung pada Maret 2015.

"Dalam pengakuannya, VD menyatakan sudah berkali-kali diperkosa Sony. Sementara, AK baru sekali, yakni pada April," ungkap Bethania yang juga aktivis di Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia.

VD, tuturnya, sempat mendapat ancaman dari Sony. Ancaman itu berupa penyebaran foto bugil korban ke khalayak. Foto tersebut diambil ketika Sony memperkosa VD.

Ancaman itu juga diberlakukan saat VD diminta mencarikan "korban" baru bagi Sony. Selain diancam, VD pun diiming-imingi sejumlah uang imbalan. VD lalu membawa AK yang juga kawannya menuju Hotel Bukit Daun, Kediri. Kepada AK, VD menyatakan minta ditemani pergi ke hotel.

Di hotel tersebut, Sony telah menanti bersama dua anak lain. Keempat anak tersebut lantas dibawa masuk ke kamar hotel. Di sanalah Sony melakukan persetubuhan secara bergilir dengan AK, VD, dan dua anak lainnya.

"AK baru sekali menjadi korban. Dia sangat trauma. Saat diperkosa, AK dalam kondisi tengah datang bulan," ujar Bethania.


Sebelum diperkosa, AK diminta meminum obat. Obat tersebut akhirnya memberi efek pusing, lemas, dan mual kepada korban. Dalam kondisi pusing dan mual, AK pun sempat dipaksa menonton video porno oleh Sony.

"Setelah kejadian itu, AK tidak pulang ke rumah selama sekitar empat hari. Dia ditemukan dalam kondisi linglung di kawasan Simpang Lima Gumul, Kediri," jelas Bethania.

Dia menambahkan, ketika pemerkosaan terjadi, AK masih berstatus sebagai siswi kelas VI SD, sedangkan VD duduk di bangku SMP. Informasi yang dihimpun Republika, Sony Sandra merupakan direktur PT Triple S, perusahaan konstruksi di Kediri.

Menurut penelusuran Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia dan Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Brantas, sebanyak 58 anak telah menjadi korban kejahatan seksual Sony. Hingga saat ini, baru 17 korban yang teridentifikasi secara jelas identitasnya. Seluruh korban berusia di bawah 18 tahun.

Sumber : republika

Subscribe to receive free email updates: