Kapolri: Jangan Main-Main Sama Logo Palu Arit !



FAKTAMEDIA.NET - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan meminta polisi selektif dalam menindak pengedar kaos berlogo palu arit. Jadi jangan sampai disikapi secara berlebihan.

"Kalau ada satu atau dua kasus, ini juga bisa jadi tren anak muda juga. Lihat-lihatlah, jangan berlebihan," ujarnya.

Kendati begitu, Luhut memastikan pemerintah tetap memerhatikan fenomena yang terjadi. "Bukan hanya komunis. Tadi saya bilang sama Pak Kapolri, kalau ada ormas yang tidak sesuai Pancasila juga akan ditindak," ucapnya.

Sementara Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menuturkan, publikasi ajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme di Indonesia bisa dianggap melanggar hukum.

Itu didasarkan pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang Berkaitan dengan Kejahatan Terhadap Keamanan Negara.

"Sekarang kalau kamu lihat lambang palu-arit apa pandanganmu? Kan bisa itu merupakan bagian dari sosialisasi. Kita coba akan terapkan undang-undang itu. Jangan main-main sama logo itu," kata Badrodin.

Namun pemakaian dan pembahasan ajaran komunisme di situasi tertentu bisa saja diizinkan selama dalam kepentingan kajian akademik.

"Kalau di kampus kan bebas, kan tidak ada masalahnya boleh saja. Tapi kalau mengadakan simposium di hotel, tidak ada izinnya, ya tidak bisa," ucap Badrodin.


Sumber : okezone

Subscribe to receive free email updates: