"Gugatan dikabulkan,reklamasi Teluk Jakarta ilegal! Jika tetap dilanjutkan, berarti anti NKRI !"


FAKTAMEDIA.NET - Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta akhirnya mengabulkan gugatan nelayan untuk penundaan proyek reklamasi Pulau G seluas 161 hektare di Teluk Jakarta terhadap SK Gubernur DKI No. 2238 Tahun 2014.

Menangapi hal itu Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) bidang pendidikan, Parid Ridwanuddin memanjatkan rasa syukur.

"Alhamdulillah. Dengan dikabulkannya gugatan tesebut, maka aktivitas reklamasi di Teluk Jakarta adalah ilegal. Jika ada pihak-pihak yang melanjutkan aktivitas reklamasi, maka ia telah melakukan pembangkangan hukum, anti konstitusi dan cermin anti NKRI," tegasnya kepada Rimanews di Jakarta, Selasa (31/5/2016).


Menurut aktivis perikanan ini, tanggal 31 Mei 2016 adalah hari yang bersejarah karena merupakan hari kemenangan nelayan Jakarta. "Ini kemenangan lingkungan hidup. Ada usulan yang muncul jika tanggal 31 Mei dijadikan sebagai HARI ANTI REKLAMASI NASIONAL," ujarnya.

Hal lain yang perlu dicatat, lanjut dia, adalah kemenangan nelayan Teluk Jakarta akan mendorong nelayan lain di seluruh wilayah Indonesia untuk melawan Reklamasi tersebut.

Sumber : rimanews

Foto: Nelayan Muara Angke menyambut gembira keputusan sidang usai Persidangan gugatan nelayan terhadap izin reklamasi di PTUN, Jakarta, Selasa (31/5). (republika)

Subscribe to receive free email updates: