"Cina Korup Penindas Rakyat, Biasa. Rakyat Melawan Cina Korup Disebut Rasis" Tulisan Muchtar Effendi


FAKTAMEDIA.NET - Coba simak tulisan Muchtar Effendi ini dengan hati yg bersih.
*********

Mereka mengatakan status2 saya kampungan dan rasis!..



sekarang coba simak…
Kalau CINA KORUP Dan menindas pribumi itu biasa. Kalau pribumi menentang korupsi dan penindasan cina itu SARA!

Rezim Cina penindas menggunakan cara2 kolonial Belanda utk meredam perlawanan Rakyat Pribumi, Belanda menjuluki rakyat pribumi yang melawan Penjajahan sebagai ekstrimis dan pengacau. Kalau Rezim Cina menuduh rakyat pribumi Yang Menentang Disebutnya rasis/sara,

Kolonial Belanda mengadu domba rakyat Pribumi dengan memecah belah, menyuap sebagian pribumi. Rezim Cina juga sama. Bahkan dibantu opini media, Perlakuan rasis/sara di hampir semua perusahan cina adalah biasa. Pribumi yg menentangnya di cap SARA/Rasis. Adilkah ini?

99% bandar narkoba perusak generasi muda Pribumi adalah orang CINA. Yang ditangkap dan dihukum berat pengedar teri dan pengguna yang 99% Rakyat Pribumi.

Koruptor BLBI merugikan 700 triliun 99% adalah bankir CINA dan tidak disentuh hukum 99.99% korban korupsi BLBI rakyat Pribumi. Rasiskah?

99.99% pelaku transfer pricing yang merugikan negara puluhan triliun rupiah /tahun adalah orang cina. Korbannya 100% rakyat indonesia. Rasiskah?

99% bandar judi online, togel, dsj adalah orang cina. Pemain judi yg menjadi korban judi online dan togel 99% adalah pribumi. Rasiskah ??

pemilik karaoke, diskotek, bar, cafe, prostitusi di kawasan Kota perusak moral adalah cina. > 60% konsumennya adalah pribumi Rasiskah?

90% pelaku suap ke pejabat2 RI adalah cina. 99% koruptor yg ditangkap adalah pribumi. Rakyat menggugat diskiriminasi KPK. Rasiskah?

99% perusak hutan dan lingkungan Indonesia adalah Cina. Korbannya adalah rakyat dan negara Indonesia. Rakyat memprotesnya. Rasiskah?

90% pemilik HPH dan perkebunan swasta besar penguasa 9 juta hektar tanah Indonesia adalah Cina. Rakyat protes gigit jari. Rasiskah?

90% perusak negara ini dari dulu hingga hari ini adalah orang cina seperti Ahok dan sejenisnya. Pribumi bangkit melawan cina. Rasiskah?

90% pemilik Media Televisi penghancur karakter bangsa adalah orang Cina. Rakyat pribumi menggugatnya. Rasiskah?

Penyebar budaya suap/korupsi di Indonesia adalah orang cina Suap/korupsi adalah budaya cina ribuan tahun Pribumi jadi korbannya. Sara?

Wahai penguasa yang masih WARAS OTAKNYA Wahai penguasa PIARAAN PENJILAT CINA Inilah suara pribumi tertindas untuk orang2 CINA, ahok dan sejenisnya!

Negeri ini milik pribumi Merdeka dengan Bertaruhkan darah nyawa Dan air mata! pribumi Tak rela dirampok cina korup arogan penindas rasis Lawan!

MARI KITA UJI, PRIBUMI ATAU ETNIS CINA YANG LEBIH RASIS

Apakah ada pribumi yang marah atau menuduh kwik kian gie sebagai koruptor dan rasis? Tidak ada!

Apakah ada pribumi yang tidak mengagumi Rudi Hartono atau Liem Swie King? Tidak ada!

Adakah pribumi yang memaki maki Alvin Lie atau Sofyan Tan ? Tidak ada!

Apakah ada pribumi yang membenci Felix Siauw ? Tidak ada!

Coba lihat Salim Grup, Sinar Mas Grup, apalagi Gemala Grup. Salim, Eka Tijpta, Yusuf Wanandi sangat rasis pada pribumi Apakah ada pribumi menuduh Teddy Permadi Rahamat rasis ? Tidak ada! Pemilik Salim, Gemala, Sinarmas Grup sejak berdiri sampai hari ini TIDAK memperlakukan sama pribumi dan non pribumi, Ini Yang Sebetulnya Sangat rasis!
Beda dengan ASTRA Grup, tidak ada pribumi apalagi islam jadi General Manager, Kadiv, VIP terlebih direksi di Sinarmas, Salim, Gemala Grup dan Lain2.

Kesimpulannya, pribumi sebagai mayoritas menerima sepenuhnya orang cina menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Tapi mayoritas cina sebaliknya!

Salahkah Bila Pribumi melawan penindasan?

Bung Hatta Pernah Bilang: Lebih Baik Indonesia Tenggelam Ke Dasar Lautan Dari Pada Jadi Embel-embel Bangsa Lain!!

Silahkan dishare sebanyak-banyaknya, agar banyak yang tau dan sadar, negeri ini sudah dipecundangi di kuasai oleh mafia keturunan China bersekongkol dengan penghiyanat pejabat (bumi putera)/pribumi.

Sumber : repelita

Subscribe to receive free email updates: