Alhamdulillah ! Tahun Depan, Siswa SMA/SMK di Jabar Wajib Baca Alquran Sebelum Belajar


FAKTAMEDIA.NET - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan menerapkan sistem reformasi mental kepada para pelajar SMA dan SMK di Jawa Barat. Pasalnya, 2017 mendatang pengelolaan SMA/SMK resmi dilakukan oleh provinsi.

"Kita ada program untuk masyarakat sekolah, yaitu pelajar yang beragama islam, kita akan lakukan pembinaan mental dari akar persoalannya," ujar Heryawan saat tabligh akbar dalam rangka memperingati isra miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Agung Provinsi Jawa Barat Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Jumat (6/5/2016).

Pria yang akrab disapa Aher ini menuturkan, setiap pelajar akan diwajibkan untuk menghapal Alquran saat akan memulai proses belajar mengajar. Hapalan atau tahfidz Alquran tersebut tentunya tidak akan mengganggu jam pelajaran para siswa. Apalagi program tersebut akan dimulai sebelum jam masuk sekolah.

"Tidak mengganggu jam pelajaran, tapi insya Allah ini menjadi bagian dari pendidikan moral, bagian revolusi mental, bagian dari pendidikan akhlak," ucapnya.

Aher yakin, dengan dekatnya anak-anak sekolah kepada Alquran, membacanya, memahaminya, dan melaksanakannya, ini bagian penting dalam perbaikan moral. Dia berharap dengan program tersebut siswa memiliki kemampuan soft skill yang bagus, ramah, takwa, dan ada keharmonisan di sana.

"Pada saat bersamaan, hard-skillnya juga dioptimalkan sesuai dengan bidangnya seperti otomotif, ekonomi, komputer, akuntansi dan lainnya. Hard skill ini tentunya harus diiringi dengan soft skill, kan bahaya kalau ada orang pintar tapi tidak bisa menghargai orang," kata Aher.

Aher ingin hard skill dan soft skill masyarakat Jabar bagus. Saat ini sebetulnya pemerintah pun tengah mengembangkan program tahfidz Alquran.

"Hanya saja belum massif. Kita juga menyediakan beasiswa untuk para pelajar yang bisa menghapal Alquran 15 juz ke atas," ungkap dia.

Subscribe to receive free email updates: