30 Ormas Sumbar Tolak Pemerintahan Jokowi Minta Maaf Pada PKI, NKRI Harga Mati !


FAKTAMEDIA.NET - Tiga puluh perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Sumatera Barat menyampaikan pernyataan sikap pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108 tahun 2016 di halaman kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat, 20 Mei 2016. Pernyataan sikap itu terkait dengan bahaya kebangkitan ideologi komunis di daerah ini dan Indonesia.

Pernyataan sikap tersebut menolak Pemerintah RI untuk menyampaikan permintaan maaf, memberi rehabilitasi dan kompensasi, Atau apapun namanya terhadap mantan tapol atau keluarga eks PKI di tahun 1965. Menolak rencana investigasi dan pembongkaran kuburan massal keluarga PKI tahun 1965 pada tahun 2016 ini hanya berdasarkan laporan seorang Bedjo Untung (ketua YPKP 65/66). Menolak tragedi tahun 1965 terjadi pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh pemerintah yang mengakibatkan hanya korban dari kalangan keluarga PKI saja.

Selain itu, pernyataan sikap itu juga mendukung sepenuhnya aparat keamanan Polri dan TNI yang telah bertindak secara tegas dan cepat menyita atribut-atribut dengan logo PKI baik dalam bentuk baju kaos, pamflet, baliho, buku, pin, dan lain-lain. Mengusulkan kepada pemerintah dalam kurikulum pendidikan, juga dilengkapi dengan materi kewaspadaan terhadap bahaya laten Komunis dan radikal lainnya baik ditingkat SD, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, termasuk pendidikan di lingkungan TNI/POLRI serta pendidikan di Lemhanas RI.


Gubernur Sumatera Barat H Irwan Prayitno menyambut baik pernyataan sikap 30 ormas tersebut. Menurutnya, semua pihak perlu menguatkan kewaspadaan terhadap tumbuhnya ideologi komunisme. Kewaspadaan tersebut dituangkan dalam edukasi kepada generasi muda dan pelajar terkait pengkhianatan komunisme pada negeri ini, penguatan pemahaman makna persatuan bangsa, dan penguatan keshalihan pribadi agar filter-filter internal pada setiap individu bisa mengantisipasi perkembangan paham komunisme dan radikalisme.

"Saya sepakat dengan maksud dari Ormas, Veteran, dan Tokoh Masyarakat terkait hal tersebut, dan kita perlu menguatkan kewaspadaan terhadap tumbuhnya ideologi komunisme. Sumatera Barat atau Minangkabau terkenal melahirkan banyak sekali Pahlawan, Ulama, Cadiak Pandai, serta birokrat handal di masa perjuangan Republik ini, tentu kita tidak boleh mengkhianati perjuangan tersebut dengan membiarkan pintu pada paham-paham yang tidak sesuai dengan falsafah luhur kita Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah," ujar putra Pauh IX Kecamatan Kuranji ini.

Ia mengatakan, pada momen ini, semua elemen ingin bersama memaknai Kebangkitan Nasional dengan mewujudkan Indonesia yang bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter. "Kita ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter," terangnya.

Sumber : bentengsumbar

Subscribe to receive free email updates: