Polri Sebut Sidang Etik Belum Temukan Kejahatan Anggota Densus 88


FAKTAMEDIA.NET - Sidang etik terhadap anggota Densus 88 yang diduga terlibat dalam tewasnya Siyono masih berlanjut. Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa dalam sidang pertama yang dilakukan oleh Propam belum terlihat unsur kejahatan di dalamnya.

“Sekarang belum bisa memberi kesimpulan, tapi nanti setelah selesai sidang akan disimpulkan oleh pimpinan, dan saat ini belum terlihat ada unsur kejahatannya,” ujarnya di gedung Humas Mabes Polri Jakarta, Jum’at (22/04).

Boy menerangkan bahwa yang menjadi sorotan dalam sidang ini tindakan yang bersangkutan, apakah telah menjalankan tugas sesuai perintah atau terjadi pelanggaran prosedur yang dilakukan.

“Biasanya sidang kode etik itu mendengarkan masukan dari berbagai pihak, baru nanti melihat posisi yang bersangkutan dari aspek kode etik apakah sebagai aparat sudah melakukan tugas dengan baik, atau melakukan pelanggaran prosedur,” terangnya.

Ia menyebut bahwa sidang ini untuk mencari kejelasan proses terbunuhnya Siyono. Oleh karenanya didatangkan saksi-saksi dari pihak keluarga korban, rekan ataupun atasan dari terdakwa.

“Saksi-saksi didatangkan agar mendapat gambaran pasti tentang tugas yang diberikan kepada yang bersangkutan, karena yang ingin diketahui adalah proses yang berjalan seperti apa,” jelasnya.

“Apakah yang bersangkutan benar dalam keadaan bertugas, itu kan harus dibuktikan, kalau ia bertugas apakah benar ada perintah, jadi seperti itu,” sambungnya.

Sidang kode etik terhadap dua anggota Densus yang diduga melakukan pelanggaran prosedur telah digelar selama beberapa hari lalu dan akan dilanjutkan pekan depan. Sidang pertama ini pimpinan sidang belum memberikan kesimpulan dan masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada.

Sumber : kiblat

Subscribe to receive free email updates: